GassakIndonesia-Click -( Yogyakarta) Kabar baik untuk penanganan masalah sampah di DIY! Kesepakatan resmi akhirnya diteken antara Pemda DIY, Danantara Investment Management (DIM), serta Pemkot Jogja, Pemkab Sleman, dan Pemkab Bantul di Kompleks Kepatihan.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini siap groundbreaking pada Desember 2026 di lahan seluas 5,7 hektare, tepat di sebelah TPA Piyungan.
Berikut rangkuman fakta pentingnya:
– Investasi Raksasa: Menelan dana sekitar Rp2,5 hingga Rp3 triliun.
– Kapasitas Olah: Menyerap 1.000 ton sampah per hari dari Kota Jogja, Sleman, dan Bantul tanpa perlu dipilah di awal.
– Energi untuk 15.000 Rumah: Menghasilkan listrik 18–20 MW yang langsung dibeli PLN selama 30 tahun.
– Standar Lingkungan Eropa: Emisi disaring ketat menjadi uap air bersih dan air lindi diproses kembali jadi air bersih.
– Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Menyerap 800 hingga 1.000 pekerja pada tahap konstruksi.
Apa Kata Pemda DIY & Pengembang?
Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur DIY):
“Sampah-sampah itu ya dari kabupaten/kota, yang menandatangani (MoU) baru Sleman, Bantul, sama Kota. Dua kabupaten masih bisa menanggulanginya sendiri… Jadi, tiga ini yang memerlukan partisipasi pihak lain untuk investasi.”
(Pemkot/Pemkab tidak dipungut biaya pengolahan sepeser pun, cukup fokus pada akomodasi armada angkut sampah ke lokasi).
Fadli Rahman (Director Investment DIM / CEO Denera):
“Target kita akan peletakan batu pertama (groundbreaking) di akhir tahun ini, yaitu di Desember 2026, sehingga di kuartal 3 atau kuartal 4 tahun 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta ini.”
Ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2028, semoga mega proyek ini menjadi titik terang penyelesaian masalah sampah di Yogyakarta secara permanen!
(Dilansir dari humas DIY)





