GassakIndonesia- click( Sleman)Universitas Gadjah Mada (UGM) mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang saat membubarkan paksa unjuk rasa mahasiswa di Simpang Gramedia, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9) malam. Pihak kampus menegaskan bakal menempuh jalur hukum atas insiden tersebut.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, menilai tindak kekerasan tersebut melukai nilai-nilai demokrasi dan seharusnya bisa dicegah oleh aparat kepolisian yang bertugas di lokasi.
UGM juga mengajak jajaran pimpinan perguruan tinggi lain untuk berkonsolidasi demi melindungi hak menyampaikan aspirasi bagi mahasiswa.
Dalam insiden pembubaran demo di simpang gramedia terdapat Korban Luka Sebanyak 6 mahasiswa menjadi korban (5 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa UNY).
Korban sempat mendapat perawatan di RS Panti Rapih akibat luka robek, memar, hingga trauma sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
UGM tengah menyiapkan langkah advokasi dan proses hukum untuk menuntut pertanggungjawaban para pelaku penyerangan.
Pihak kampus mendesak kepolisian untuk menjalankan fungsi perlindungan secara optimal agar kejadian serupa tidak terulang.
UGM menegaskan bahwa mahasiswa merupakan elemen intelektual yang menyuarakan aspirasi demi kepentingan publik, sehingga keselamatan dan hak berpendapat mereka harus dijamin secara penuh oleh negara.
Diketahui unjuk rasa yang dilakukan aliansi mahasiswa jogja dimulai sejak sore dan hingga malam hari belum selesai, menurut info ada warga yang terganggu dengan aksi demo hingga malam hari dan terjadi sesikit kericuhan saat warga membubarkan aksi demo tersebut.
Menurut kalian sudah tepat belum warga membubarkan demonstran yang melakukan demo hingga malam hari karena mengganggu kenyamanan warga?
Reporter:( yuli,A)





