GassakIndonesia- Click – Gunungkidul – Kawasan wisata On the Rock di pesisir selatan Gunungkidul tengah menghadapi polemik terkait relokasi warung warga dan akses jalan. Pengelola PT Argenta Persada Selaras membantah tudingan bahwa akses warga ditutup dan menyebut lahan kawasan tersebut berstatus Sertifikat Hak Milik.
Dari 16 warung yang sebelumnya berdiri di lahan tersebut, 12 pemilik disebut telah sepakat direlokasi dengan kompensasi dan fasilitas usaha baru, sedangkan empat lainnya masih menolak pindah.
Pengelola juga menyatakan jalan setapak tetap tersedia, sementara pagar dipasang untuk mendukung pembangunan. Destinasi ini disebut rata-rata dikunjungi 2.000 orang per hari dan mencapai 7.000 pengunjung saat akhir pekan, dengan kontribusi PAD Gunungkidul sekitar Rp750 juta pada Januari-Juli 2026.
Polemik kembali mencuat setelah kelompok warga melalui Pokdarwis Pantai Waku Golong menuding penutupan akses membuat hingga 400 warga tidak bisa masuk. Pengelola membantah tudingan tersebut dan menyebut pembangunan akses baru dilakukan karena jalur lama dinilai tidak mampu menampung lonjakan wisatawan serta dinilai kurang aman.
Perwakilan manajemen On the Rock Tarko Sudiarno mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan dokumen perizinan setelah mendapat teguran administratif dari Pemkab Gunungkidul. Di sisi lain, sebagian warga mempersoalkan relokasi dan pembangunan jalan yang membelah bukit karena dinilai berpotensi memengaruhi lingkungan serta ruang usaha masyarakat.
Pemerintah daerah disebut tetap mendukung pengembangan kawasan tersebut dengan harapan investasi pariwisata dapat meningkatkan kunjungan, PAD, lapangan kerja dan peluang usaha masyarakat.
Wahyu





